Tuesday, November 11, 2014

MK: FILSAFAT ADMINISTRASI

NAMA :ACH ROFI’IE AFANDI
PRODI :ILMU ADMINISTRASI NEGARA
KLAS:A

Kata filosofi (philosophy) berasal dari perkataan Yunani Philos (suka, cinta) dan Sophia (kebijaksanaan). Jadi kata filosofi berarti cinta kepada kebijaksanaan. §Pertama,
filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal tentang filsafat atau kata-kata "mempunyai filsafat", misalnya ketika seseorang berkata: "Filsafat saya adalah...", ia menunjukkan sikapnya yang
informal terhadap apa yang dibicarakan.

2.bila dikaitkan dengan teori X,Y,danZ, maka teori X adalah orang yang selalu malas dan berpikir negatif, teori Y, adalah orang yang selalu optimis, sedangkan teori Z, adalah pengembangan dari teori X,danY.

3. Filsafat administrasi .Administrasi dalam arti luas dan sempit.Admnistrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama, antara dua orang atau lebih, dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna,dan berhasil guna.Sedangkan,Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi catat mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.

4.Teori sifat.Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin, dibetulkan oleh sifat sifat, ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin.Dan kemampuan pribadi yang di .
saya dari teori ke 3 teori X.dan Y.dan Z lebih suka karna teori Y bercondongan kedepan agar lebih baik kedepannya

Tuesday, November 4, 2014

MK: FILSAFAT ADMINISTRASI





NAMA : ACH ROFI’IE AFANDI
PRODI: ILMU ADM NEGARA
KELAS :A



Sebelum menjelaskan tentang korelasi filsafat dan administrasi, saya akan mencoba memberikan sedikit pengertian tentang filsafat dan administrasi.
Seperti yang telah kita kita ketahui, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Philos dan SophiaPhilos berarti gemar, senang atau cinta. Sophia dapat diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Jadi, dapat dikatakan filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa berfilsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikatnya, funngsinya, ciri-cirinya, kegunaannya, masalah-masalahnya, serta pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah itu

Teori X mengasumsikan bahwa individu bersifat negative, sedangkan teori Y mengasumsikan individu bersifat positif. Salah satu asumsi dari teori X adalah kebanyakan orang harus dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan asumsi teori Y adalah kebanyakan orang bersifat mandiri dalam pekerjaannya jika motivasi diberikan dengan cara yang tepat.Pemimpin dapat memimpin dengan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan perilaku teori X dan Y yang dimiliki oleh pendidik/tenaga kependidikan. Penyesuaian ini dibutuhkan agar pemimpin dapat memimpin dengan baik dan tepat sehingga tidak salah arahan ataupun sasaran. Tapi kadang-kadang manusia selalu mementingkan diri mereka tersendiri dan ketika di saat meraka salah kadang kala mereka selalu masuk ke teori Y karna manusi tidak pernah mau di cap sebagi orng yg buruk teori ini selalu membingungkan seseorang terhadap apa yg orang lain lakukan sedang kan teory Z merka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik di lakukan










Administrasi telah ada sejak dahulu kala karena administrasi timbul dengan timbulnya peradaban manusia. Apabila sejarah perkembangan administrasi itu dipelajari lebih mendalam akan terlihat bahwa dalam setiap kebudayaan. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa administrasi selalu ada pada setiap kegiatan. Filsafat administrasi sebagai seni yaitu perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dinamis, demikian juga sebaliknya. Perkembangan administrasi sebagai seni itu didasarkan kepada pengetahuan masyarakat modern sekarang tentang kejadian-kejadian dimasa lalu pada kebudayaan tertentu pula. Filsafat administrasi sebagai ilmu pengetahuan, tepatnya sebagai ilmu pengetahuan sosial.Perubahan paradigma dari orientasi ilmu administrasi yang otoritarian menjadi berorientasi kepada egalitarian dan demokrasi. Perubahan paradigama dari sentralisasi kekuasaan menjadi desentralisasi kewenangan. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pambangunan, peran filsafat administrasi dapat ditingkatkan melalui kendala-kendala bagi kreativitas dan partisipasi masyarakat, pengembangan proses untuk lebih memberikan kesempatan kepada masyarakat belajar dan berperan aktif dalam memamfaatkan dan mendayagunakan sumber daya produktif yang tersedia sehingga memiliki nilai guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Pengetahuan filsafat administrasi menekankan pada batas-batas dan aturan yang berlaku untuk satu negara tertentu, mengalami perubahan kerah boundryless organization. Sebagai dampak dari perubahan, filsafat administrasi mengalami perubahan mendasar terutama peran dan orientasi yang ingin dicapai, atau suatu tatanan ilmu filsafat administrasi yang berorientasi pada paperwork menjadi tatanan administrator yang paperles.