NAMA : ACH ROFI’IE AFANDI
PRODI: ILMU ADM NEGARA
KELAS :A
Sebelum menjelaskan
tentang korelasi filsafat dan administrasi, saya akan mencoba memberikan
sedikit pengertian tentang filsafat dan administrasi.
Seperti yang telah kita
kita ketahui, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Philos dan Sophia. Philos berarti
gemar, senang atau cinta. Sophia dapat diartikan kebijaksanaan
atau kearifan. Jadi, dapat dikatakan filsafat berarti cinta kepada
kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu.
Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa berfilsafat berarti berusaha
mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikatnya,
funngsinya, ciri-cirinya, kegunaannya, masalah-masalahnya, serta pemecahan-pemecahan
terhadap masalah-masalah itu
Teori X mengasumsikan
bahwa individu bersifat negative, sedangkan teori Y mengasumsikan individu
bersifat positif. Salah satu asumsi dari teori X adalah kebanyakan orang harus
dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan asumsi teori Y adalah kebanyakan orang bersifat mandiri dalam
pekerjaannya jika motivasi diberikan dengan cara yang tepat.Pemimpin dapat
memimpin dengan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan perilaku teori X dan
Y yang dimiliki oleh pendidik/tenaga kependidikan. Penyesuaian ini dibutuhkan
agar pemimpin dapat memimpin dengan baik dan tepat sehingga tidak salah arahan
ataupun sasaran. Tapi kadang-kadang manusia selalu mementingkan diri mereka
tersendiri dan ketika di saat meraka salah kadang kala mereka selalu masuk ke
teori Y karna manusi tidak pernah mau di cap sebagi orng yg buruk teori ini
selalu membingungkan seseorang terhadap apa yg orang lain lakukan sedang kan
teory Z merka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri
padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik di lakukan
Administrasi telah ada sejak
dahulu kala karena administrasi timbul dengan timbulnya peradaban manusia.
Apabila sejarah perkembangan administrasi itu dipelajari lebih mendalam akan
terlihat bahwa dalam setiap kebudayaan. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa
administrasi selalu ada pada setiap kegiatan. Filsafat administrasi sebagai
seni yaitu perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat
dinamis, demikian juga sebaliknya. Perkembangan administrasi sebagai seni itu
didasarkan kepada pengetahuan masyarakat modern sekarang tentang
kejadian-kejadian dimasa lalu pada kebudayaan tertentu pula. Filsafat
administrasi sebagai ilmu pengetahuan, tepatnya sebagai ilmu pengetahuan
sosial.Perubahan paradigma dari orientasi ilmu administrasi yang otoritarian
menjadi berorientasi kepada egalitarian dan demokrasi. Perubahan paradigama
dari sentralisasi kekuasaan menjadi desentralisasi kewenangan. Dalam rangka
pemberdayaan masyarakat dalam pambangunan, peran filsafat administrasi dapat
ditingkatkan melalui kendala-kendala bagi kreativitas dan partisipasi
masyarakat, pengembangan proses untuk lebih memberikan kesempatan kepada
masyarakat belajar dan berperan aktif dalam memamfaatkan dan mendayagunakan
sumber daya produktif yang tersedia sehingga memiliki nilai guna meningkatkan
kesejahteraan mereka. Pengetahuan filsafat administrasi menekankan pada
batas-batas dan aturan yang berlaku untuk satu negara tertentu, mengalami
perubahan kerah boundryless organization. Sebagai dampak dari perubahan,
filsafat administrasi mengalami perubahan mendasar terutama peran dan orientasi
yang ingin dicapai, atau suatu tatanan ilmu filsafat administrasi yang
berorientasi pada paperwork menjadi tatanan administrator yang paperles.
No comments:
Post a Comment