Tuesday, November 4, 2014

MK: FILSAFAT ADMINISTRASI





NAMA : ACH ROFI’IE AFANDI
PRODI: ILMU ADM NEGARA
KELAS :A



Sebelum menjelaskan tentang korelasi filsafat dan administrasi, saya akan mencoba memberikan sedikit pengertian tentang filsafat dan administrasi.
Seperti yang telah kita kita ketahui, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Philos dan SophiaPhilos berarti gemar, senang atau cinta. Sophia dapat diartikan kebijaksanaan atau kearifan. Jadi, dapat dikatakan filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa berfilsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikatnya, funngsinya, ciri-cirinya, kegunaannya, masalah-masalahnya, serta pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah itu

Teori X mengasumsikan bahwa individu bersifat negative, sedangkan teori Y mengasumsikan individu bersifat positif. Salah satu asumsi dari teori X adalah kebanyakan orang harus dikontrol secara ketat dan seringkali dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan asumsi teori Y adalah kebanyakan orang bersifat mandiri dalam pekerjaannya jika motivasi diberikan dengan cara yang tepat.Pemimpin dapat memimpin dengan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan perilaku teori X dan Y yang dimiliki oleh pendidik/tenaga kependidikan. Penyesuaian ini dibutuhkan agar pemimpin dapat memimpin dengan baik dan tepat sehingga tidak salah arahan ataupun sasaran. Tapi kadang-kadang manusia selalu mementingkan diri mereka tersendiri dan ketika di saat meraka salah kadang kala mereka selalu masuk ke teori Y karna manusi tidak pernah mau di cap sebagi orng yg buruk teori ini selalu membingungkan seseorang terhadap apa yg orang lain lakukan sedang kan teory Z merka sadar tapi merke tidak mau berubah dengan kesadaran mereka sendiri padahal mereka sudah tau hal-hal yang baik di lakukan










Administrasi telah ada sejak dahulu kala karena administrasi timbul dengan timbulnya peradaban manusia. Apabila sejarah perkembangan administrasi itu dipelajari lebih mendalam akan terlihat bahwa dalam setiap kebudayaan. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa administrasi selalu ada pada setiap kegiatan. Filsafat administrasi sebagai seni yaitu perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dinamis, demikian juga sebaliknya. Perkembangan administrasi sebagai seni itu didasarkan kepada pengetahuan masyarakat modern sekarang tentang kejadian-kejadian dimasa lalu pada kebudayaan tertentu pula. Filsafat administrasi sebagai ilmu pengetahuan, tepatnya sebagai ilmu pengetahuan sosial.Perubahan paradigma dari orientasi ilmu administrasi yang otoritarian menjadi berorientasi kepada egalitarian dan demokrasi. Perubahan paradigama dari sentralisasi kekuasaan menjadi desentralisasi kewenangan. Dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pambangunan, peran filsafat administrasi dapat ditingkatkan melalui kendala-kendala bagi kreativitas dan partisipasi masyarakat, pengembangan proses untuk lebih memberikan kesempatan kepada masyarakat belajar dan berperan aktif dalam memamfaatkan dan mendayagunakan sumber daya produktif yang tersedia sehingga memiliki nilai guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Pengetahuan filsafat administrasi menekankan pada batas-batas dan aturan yang berlaku untuk satu negara tertentu, mengalami perubahan kerah boundryless organization. Sebagai dampak dari perubahan, filsafat administrasi mengalami perubahan mendasar terutama peran dan orientasi yang ingin dicapai, atau suatu tatanan ilmu filsafat administrasi yang berorientasi pada paperwork menjadi tatanan administrator yang paperles.

No comments:

Post a Comment